Drum Piala Dunia: Kisah Tung-Tung Sahur
Tung-Tung Sahur dan Panggilan Kebisingan adalah cerita asli tentang tradisi, komunitas, dan kekuatan universal musik. Berlatar belakang Piala Dunia Sepak Bola 2026, cerita ini mengisahkan seorang penabuh drum muda Indonesia yang merekrut sekelompok orang yang tidak cocok untuk menyelamatkan tradisi Sahur, makanan bersama sebelum fajar selama Ramadan. Dengan karakter yang berkesan terinspirasi dari budaya viral internet, cerita ini mengajarkan bahwa setiap budaya memiliki ritual pagi hari sendiri dan tradisi tidak akan mati jika kita menemukan cara baru untuk membagikannya.
Nilai dan Pelajaran
- Tradisi tidak akan mati jika kita menemukan cara baru untuk membagikannya
- Setiap budaya memiliki sesuatu yang berharga untuk ditawarkan kepada dunia
- Makanan menyatukan orang-orang melampaui perbedaan
- Bahkan yang paling pemalu memiliki sesuatu yang kuat untuk diungkapkan
- Awal yang kecil lebih baik daripada tidak sama sekali: sebuah pintu yang terbuka mengubah segalanya
Aktivitas untuk Dilakukan Bersama Keluarga
- 🎨Masak sesuatu yang spesial di pagi hari: bangun pagi dan siapkan sarapan spesial bersama, seperti Mak Tupper dengan rendangnya
- 💬Buat alat musik kebisingan sendiri: seperti kentongan Tung-Tung, gunakan bahan daur ulang untuk membuat drum atau alat perkusi
- ✨Teliti tradisi malam: setiap budaya memiliki ritual pagi hari. Teliti apa tradisi keluarga atau negara Anda
- 📝Ciptakan perayaan gol sendiri: seperti Six-Seven, buat perayaan pribadi dengan nama, pose, dan teriakan
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Sahur adalah makanan yang dikonsumsi sebelum fajar selama bulan Ramadan dalam tradisi Muslim. Di Indonesia, penabuh drum di lingkungan (seperti Tung-Tung) berkeliling jalanan memainkan drum bambu yang disebut kentongan untuk membangunkan tetangga.
Ya. Meskipun cerita ini berasal dari tradisi Indonesia, pesannya bersifat universal: setiap keluarga memiliki momen spesial di pagi hari di mana memasak bersama menciptakan kenangan. Cerita ini merayakan keragaman budaya dengan menunjukkan bahwa kita semua berbagi pengalaman yang serupa.
Pandilla ini termasuk Tung-Tung (pemimpin penabuh drum), Six-Seven (anak pemalu yang berubah saat meneriakkan nama viralnya), Bombardiro Crocodilo (raksasa kikuk berpakaian buaya), Tralalero Tralala (narator sumbang), Mak Tupper (juru masak ajaib), Vaca Saturno Saturnita (sapi kosmik melayang) dan Lirili Larila (pramuka hiperaktif dengan sepatu bersayap).
Piala Dunia 2026 dimainkan di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada. Karena perbedaan waktu, pertandingan ditonton pada pukul 3 pagi di Asia Tenggara, tepat saat Sahur. Kebetulan ini menjadi pemicu petualangan.